Renovasi Rumah Tinggal

Renovasi Desain Rumah Tinggal Milik Pak Sabri.

Rabu, 4 Februari 2009 tahun lalu kami menerima sebuah permintaan dari seorang klien kami, pak Sabri itulah panggilan akrab beliau. Beliau meminta bantuan kami untuk mendesain kembali keseluruhan rumahnya yang rencananya akan direnovasi dalam waktu dekat ini (2009).

Rumah yang akan renovasi oleh pak Sabri adalah rumah hasil pembelian dari seseorang, yang kemungkinan besar dalam perencanaan awalnya tidak melibatkan pihak arsitek, sehingga setelah terbangun, tampilan bangunan maupun program ruangnya terlihat tidak direncanakan dengan baik. Setelah membeli rumah ini, pak Sabri merasa perlu adanya sentuhan imajinasi dari seorang arsitek agar tanah & bangunan yang telah ia beli ini dapat bermanfaat & lebih terasa puas dengan hasil kerja kerasnya selama ini. Tanah tempat bangunan itu berdiri memiliki ukuran 11,3m x 15, sementara pada sisi lahan belakang rumah berukuran 12,2m, sehingga bentuk lahan bangunan ini tidak persegi namun sedikit mengerucut ke kiri lahan. Gambar kondisi denah rumah saat itu adalah sebagai berikut :

Gambar kondisi denah rumah.

Selanjutnya, melalui beberapa kali percakapan antara kami dengan beliau, baik secara face to face/tatap muka maupun pembicaraan lewat telpon, akhirnya kami dapat menyimpulkan beberapa keinginan beliau, yang ringkasnya sebagai berikut :

  1. Bangunan rumah terdiri dari 2 lantai.
  2. Memiliki tema “Contemporary Tropis Minimalis” atau Rumah Tropis Trend Masa Kini.Keinginan beliau & keluarga harus tersedia ruang-ruang hijau yang dapat diakses dan terlihat dari ruang makan, ruang keluarga & ruang tamu, namun lebih diutamakan untuk ruang keluarga, agar dapat menciptakan suasana baru yang adem & sejuk saat berkumpul bersama keluarga tercinta. Wah,,,rasanya udah terbayang jika kita berada diruangan itu, pasti betah sekali :-) . Sementara untuk ruang hijau yang diinginkan adalah ruang hijau yang berisi tanaman koleksian sang istri, harus mudah diakses dan memiliki material lantai yang tidak licin, karena setiap pagi & sore hari sang istri sering menyirami & membersihkan koleksian tanaman yang ia miliki. Maklumlah, sang nyonya rumah suka memelihara tanaman yang katanya bisa menyejukkan suasana rumah.
  3. Ruang – ruang yang diinginkan berada dilantai 1 antara lain; teras, ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur utama, ruang makan, dapur, 1 kamar tidur anak perempuan, gudang, dan tempat penyimpanan motor
  4. Sementara ruang-ruang yang diinginkan berada dilantai 2 yaitu; ruang kerja ayah, 2 kamar tidur anak laki-laki, 2 kamar mandi luar, ruang cuci-setrika, ruang jemur & tempat penyimpanan water tank.
  5. Khusus kamar utama diinginkan menggunakan bathtub, sementara kamar tidur lainnya dapat menggunakan shower + adanya bak air untuk air cadangan apabila air dari PAM tidak aktif.

Hasil dari proses percakapan ini, kemudian kami tuangkan dalam sebuah lay-out rumah sebagai berikut :

—-

Pengembangan Desain dari gambar layout ke gambar arsitektural :

—-

Denah LT. 1 & Denah LT.2

—-

Suasana dari Ruang Keluarga Ke Taman & Sekitarnya.

—-

Suasana Dapur, Ruang Makan & Kamar Tidur Utama.

Dalam tampilan visualisasi denah diatas, terlihat sangat jelas & informatif, itulah salah satu cara bagaimana kami mengkomunikasikan desain kepada sang klien. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua orang dapat mengerti gambar 2D yang dibuat oleh arsitek, seorang arsitek dapat saja bercakap banyak didepan  klien, namun akan sangat disayangkan apabila rancangan yang dijelaskannya itu cuma sedikit dipahami oleh klien, hanya karena persoalan cara/teknik menyampaikan ide & gagasannya yang kurang dikuasai arsitek.

Pada gambar visualisasi lantai 1, ruang keluarga & ruang makan kami satukan dan langsung terakses dengan taman disebelahnya. Sementara material dinding pembatas antara ruang keluarga & taman, kami olah sedemikian rupa dengan menggunakan kaca transparan sehingga hasilnya terlihat seperti menyatu antara ruang keluarga dengan taman (berada diluar namun terasa seperti didalam). Konsep penggabungan ruang dalam & ruang luar pada sebuah hunian sebenarnya memiliki nilai plus, karena sebenarnya memiliki daya tarik tersendiri. Itulah mengapa kebanyakan hasil dari desain kami lebih mengutamakan kepada “kenyamanan” penghuni, memanjakan mereka dengan ruang-ruang hijau seperti taman walaupun memiliki lahan yang terbatas.

Sementar pada gambar visualisasi Lantai 2 secara keseluruhan lebih difokuskan untuk kamar tidur anak laki-laki, dan ruang kerja. Kamar tidur anak laki-laki sengaja ditempatkan pada lantai 2 karena pertimbangan usia dan kondisi tubuh yang masih energik, sementara untuk kamar tidur utama (kamar orang tua) sengaja diletakan dilantai 1 agar tidak terlalu sering naik-turun tangga, untuk faktor keamanan.

Perlu dilihat juga bahwa semua ruang dalam, baik dilantai 1 maupun lantai 2, kami setting sedemikian rupa untuk mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, agar pada siang hari cahaya yang dibiaskan oleh matahari dapat masuk kedalam ruangan sehingga dapat mengurangi kelembaban dan juga dapat menghemat penggunaan energi listrik. Hal ini sangat penting dilakukan karena apabila sebuah ruangan tidak memiliki pencahayaan & sirkulasi udara yang baik, sang penghuni akan sangat mudah terserang penyakit terutama penyakit paru-paru basah. Selain itu, pakaian yang ada didalam lemari akan terasa lembab meskipun baru diletakkan sehari, dan perabot-perabot rumah akan sangat mudah diserang oleh jamur.

Lanjut, setelah semua ide desain diatas disepakati oleh sang klien, maka arsitek dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu mengembangkan gambar arsitektural menjadi gambar kerja (Construction Drawing), seperti Denah, Tampak, Potongan, detail-detail arsitektural. Gambar layout hanya digunakan untuk menyajikan kebutuhan dan komposisi pembagian ruang yang dibutuhkan. Gambar arsitektural adalah gambar hasil pengembangan desain dari gambar layout, yang telah diintegrasikan dari kebutuhan-kebutuhan ruang yang ada kedalam bentuk Denah, Tampak Bangunan, dan potongan bangunan, sehingga ukuran, dimensi, elevasi, dan beberapa jenis material mulai terlihat. Sementara Gambar Kerja (Construction Drawing) adalah gambar yang telah didetailkan dari gambar arsitektur, untuk selanjutnya digunakan sebagai dokumen kerja oleh kontraktor/mandor.

Sekian & Terima Kasih.

ArchIEF Design.

Vice Principal & CEO

Lisno Mustamin, ST.

Desain Ruko 2 Sekawan

Desain Ruko

Pada bulan April 2010 yang lalu, Kami menerima telpon dari seorang klien yang pernah ditemui sebelumnya saat kami berada diternate beberapa tahun yang lalu. Klien ini memiliki kesibukan yang luar biasa, terutama di kegiatan bisnisnya, Ia adalah seorang pedagang yang cukup memegang peranan untuk kawasan Indonesia Timur yaitu Kota Ternate. Dalam kesempatan kali ini Ia meminta bantuan kami untuk merancang bangunan Ruko dengan luas lahan 11.7 x 18.5 yang terdiri dari 3 Lantai, dengan 2 lantainya digunakan untuk kegiatan berdagang, sementara dilantai 3 digunakan untuk hunian/rumah tinggal.

Dalam pelaksanaan proyek ini kami sempat mengalami bbrpa kendala yaitu tidak dapat turun langsung ke lokasi karena adanya bbrpa proyek diluar kota yang sedang dalam pembangunan, sehingga kami hanya meminta beliau untuk mengirimkan foto-foto lokasi proyek beserta foto-foto lingkungan sekitarnya. Akhirnya setelah kami menerima foto-foto tersebut, team kami langsung bergerak mengerjakan rancangan bangunan ruko yang beliau inginkan. Menjelang 1 minggu kemudian, kami menghasilkan desain ruko dengan program ruang dan model bangunan sbb :

Deskripsi Desain. Dari hasil desain kami untuk bangunan ruko diatas, dapat anda lihat & menilai bagaimana kami memanage dan mengatur ruang-ruang dengan sedemikian rupa sehingga dapat sinkron antara satu dengan yang lainnya. Ruang-ruang pada denah diatas, kami bagi menjadi 2 bagian/kegiatan yaitu kegiatan retail (Area Publik) & kegiatan Hunian (Area Privat). Disini kami mencoba mengatur ruang-ruangnya agar kegiatan yang berlangsung di lantai retail tidak terganggu oleh kegiatan yang berlangsung lantai hunian. Salah satu alternatif yang kami terapkan adalah dengan membedakan jalur sirkulasi antara kegiatan retail & kegiatan hunian. Kegiatan retail dapat langsung diakses dari arah depan bangunan yang ditandai dengan kata “Welcome”, sementara kegiatan hunian dapat diakses melalui pintu & tangga disamping kiri bangunan. Dengan pemisahan jalur sirkulasi seperti ini, kegiatan retail & kegiatan hunian tidak akan crossing, sehingga kenyamanan pengunjung/konsumen maupun penghuni ruko akan tetap terjaga.

Pada lantai 3, kami khususkan untuk kegiatan hunian. Dimana pada lantai hunian ini Anda juga dapat melihat bagaimana kami memanjakan klien kami dengan ruang-ruang yang sehat, memiliki pencahayaan serta sirkulasi udara yang sangat baik. Luas lahan yang tersedia tidak kami build dengan dinding sepenuhnya, tetapi kami sisakan bbrapa persen untuk ruang hijau, yang berada dilantai 1. Ruang hijau ini adalah ruang yang kami setting untuk pergerakan sirkulasi udara maupun space untuk memasukkan sinar matahari kedalam bangunan, sehingga pada siang hari klien kami dapat menghemat penggunaan energi listrik untuk penerangan maupun AC (air conditioner). Sementara manfaat lainnya pada bangunan adalah dapat mencegah terjadinya kelembaban dalam bangunan.

Special Room. Dimana sih letak ruang special pada bangunan ruko ini? Special Room dalam desain ruko ini kami posisikan pada area Balkon dilantai 3, disana dapat Anda rasakan bagaimana suasana tercipta pada saat sore & malam hari, klien beserta anggota keluarganya dapat bersantai minum kopi dibalkon ini sambil menikmati terbenamnya matahari, sungguh menyenangkan, semua beban kegiatan/pikiran dapat redup dibalkon ini. Inilah salah satu cara kami memberikan solusi kepada klien kami, karena kami merancang tidak hanya mempercantik tampilan bangunan, tetapi juga memperhatikan “Kebutuhan” dari klien-klien kami.

Tampilan Bangunan. Untuk menghasilkan tampilan bangunan yang menarik tidaklah mudah, karena perlu adanya studi bentuk dan juga penyesuain pada denah bangunan. Disini kami mencoba mempelajari & memahami bagaimana desain sebuah bangunan ruko dapat menarik perhatian orang lain untuk mau datang berkunjung. Prinsip dasarnya adalah jika seseorang tertarik untuk memasuki bangunan ruko ini, secara perlahan ia juga akan membeli sesuatu yang ada didalamnya. Biasanya keberadaan sebuah bangunan yang unik & menarik, bisa tersimpan cukup kuat dalam memori seseorang. Oleh karena itu, kami sengaja membuat tampilan bangunan ruko ini semenarik mungkin agar keberadaan ruko ini dapat terekam dimemori setiap pengunjungnya yang datang, karena efek dari tampilan bangunannya yang menarik. Inilah salah satu cara kami mendesain, dimana dalam setiap kegiatan desain untuk bangunan komersil, kami selalu mempelajari & mempertimbangkan bagaimana dampak yang dihasilkan dari hasil desain dengan kegiatan bisnis yang akan diterapkan dalam bangunan, apakah hasil dari desain kami dapat meningkatkan potensi keberhasilan kegiatan bisnis, datar-datar saja, ataukah malah menurun. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini telah ada yang mengaturnya, namun manusia perlu & wajib berusaha, karena Tuhan Yang Maha Esa tidak akan merubah nasib seseorang/suatu kaum kecuali mereka sendiri yang mau berusaha untuk merubahnya. Intinya adalah berusaha & berdoa.

Sekian & Terima Kasih.

ArchIEF Design.

Vice Principal & CEO

Lisno Mustamin, ST.